Tuhan memang luar biasa, menciptakan alat penyimpanan yang beribu-ribu kali lebih besar dari harddisk 1 terra, otak.
terimakasih pada Tuhan yang melengkapi saya dengan organ itu.
ingatan.
salah satu file yang disimpan dalam alat penyimpanan itu.
dan puji syukur yang setinggi-tingginya kepada Tuhan, bahwa saya dikaruniai kemampuan untuk mengingat secara panjang.
kejadian, perlakuan, keta-kata, curhatan, bahkan sms yang saya anggap penting, saya ingat.
oleh karena itu kadang-kadang, teman-teman saya sampai heran, sampai sekarang saya belum lupa bagaimana kronologis setiap kejadian menarik yang terjadi baik semasa SMA maupun kuliah,
kata-kata manis orang-orang yang pernah saya temui, perlakuan kakak abang baik itu yang menyenangkan atau tidak.
kadang-kadang saya merasa bersyukur sekali diberi kemampuan menyimpan ingatan yang panjang, namun ketika ingatan itu pahit rasanya, ada keinginan untuk segera menghapus atau membuang ingatan tak enak itu.
dan sering kali itu gagal,
sama seperti sekarang, bersama sebuah jeruk, segelas air dingin, saya masih selalu ingat.
ya, hari ini ujian matakuliah S2, yang harusnya lebih serius, lebih menegangkan, lebih jelimet.
hahaha, tapi entah kenapa ini jadi ujian paling kocak. Berikut alasan-alasan mengapa ujian tadi menjadi kocak :
1. Datang ujian terlambat
2. Soal No. 1 berisi musti simulasi sampe 1000 shift (what the h**l)
3. Buka soal no. 2 ternyata kalo seminimum2nya dibikin ga akan sampe minimum 48 jam
4. mati lampu tiba2
5. tetep ngerjain meskipun gelap gulita
6. pasrah dan akhirnya ngumpulin duluan
ujian ga belajar, ujian ngasal, mau jadi apa anak ini !
dia asik diajak ngobrol, teman perjalanan yang asik, suka naik gunung !
ramah dan murah senyum, selalu menghargai orang,
orisinil dan moderat, pendengar yang baik, pendukung kanan maupun kiri, depan maupun belakang, suka baca buku.
negosiator yang handal, pendiam, tapi sekali akrab cerita tak henti-henti
dua semester yang lalu saya lihat dia ada dalam kamu, tapi sekarang kamu bukan dia, benar-benar bukan dia.
selama saya pikir dia itu kamu, tapi ternyata bukan. hanya mirip, hampir serupa.
ya, i just havent met you yet.
“just keep your best smile”
-alumni FIB 08-
terimakasih kepada saudara bambang wijaya, yang tulisannya (di memorial book SMA) mengingatkan saya untuk selalu tersenyum yang paling lebar untuk siapa saja, baiki itu yang baik, yang jahat, atau yang lainnya.
ya, dua hari lagi
mereka yang saya sebut kakak sudah berganti status.
tidak seperti wisuda-wisuda sebelumnya, wisuda kali ini wisuda yang cukup bikin sedih.
mengapa?
bukan karena arak-arakan dilarang, tapi lebih karena yang akan lulus adalah kakak2 saya yang saya sayangi (sebagaimana kakak)
meskipun semasa saya mengenal mereka ada senang, tertawa, pertengkaran, perdebatan, nangis, tapi ya jujur dalam hati saya mereka adalah kakak yang baik.
ya, semoga sukses, semoga bisa jadi orang yang berguna buat bangsa, jangan mainin cewek, undang-undang kalau nikah.
terimakasih sudah memberikan sela-sela untuk saya, meskipun kalau dalam sinetron saya berperan jadi pembantu umum.
selamat ulang tahun gwdyah manies, sukses semakin cantik dan mempesona
-27 Februari 2012, 23:59 WIB-
If there is anything that i have become increasingly overwhelmed by recently, besides the pressure, desires and uncertainty, it’s the idea of being alone.Not lonely. Just alone. Even though I enjoy my downtime, I still spend more time thinking about others and caring for others than I do for myself. I trust easily. Give willingly. Fall hard.
All for my friends, family, significant others, strangers who have left an impression, those in need, etc. This sounds great in theory, and of course it’s a wonderful thing to be able to be selfless and kind and compassionate, but at what expense of your own?
Learn from me. Be your own best friend. It’s great to have a support system surrounding you but it’s important to be able to stand on your own two feet and take a walk by yourself.
It’s incredible to be able to talk yourself through the hard times first and foremost and then have your friends and family as secondary, backup support.
You’re not doing anybody any good, even if your intentions are in place by neglecting your needs to take on those of others. It’s like they say on the plane, first place your oxygen mask, then help those around you. If you are trying to help someone else first and run out of air, then you’re not doing anybody else any good. If you had a healthier, more loving relationship with yourself, imagine how much better of a family member, friend, significant other and social service member you could be. Imagine the confidence this builds, the security, the self love, the compassion, the kindness, the patience…
Kekuatan paaaling besar tumbuhnya dari:
DIRI SENDIRI

